Pesantren Mahasiswa Jami’ah Kebangsaan UNIKI Bireuen Perkuat Kajian Keislaman Melalui Pengajian Rutin
Jamiah Kebangsaan – Pesantren Mahasiswa Jami’ah Kebangsaan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen terus melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan melalui pengajian rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi salah satu program utama dalam membangun karakter mahasiswa dan santri agar memiliki pemahaman agama yang kuat, akhlak yang baik, serta landasan keimanan yang kokoh.
Pada pengajian rutin malam ini, materi disampaikan oleh Tgk Rasyidin, M. Pd, seorang pengajar yang aktif memberikan pembelajaran ilmu agama kepada para santri. Kajian yang disampaikan berfokus pada pembahasan sifat wajib bagi Allah Ta’ala berdasarkan kitab klasik Kifayatul Awam halaman 48.
Pembahasan ilmu tauhid ini menjadi bagian penting dalam pendidikan pesantren karena tauhid merupakan dasar utama dalam kehidupan seorang muslim. Melalui kajian kitab para ulama, para santri diarahkan untuk memahami konsep ketuhanan secara benar sesuai dengan ajaran Islam.
Kajian kitab Kifayatul Awam sebagai dasar pemahaman Ilmu Tauhid mengenal kitab Kifayatul Awam dalam tradisi pesantren, selain itu kitab Kifayatul Awam merupakan salah satu kitab yang banyak dipelajari dalam dunia pesantren.
Disamping bidang ilmu tauhid atau ilmu akidah merupakan Kitab yang membahas berbagai pembahasan dasar mengenai keyakinan kepada Allah SWT, sifat-sifat Allah, serta perkara yang wajib diketahui oleh setiap muslim.
Dalam tradisi pendidikan pesantren, bahwa pembelajaran kitab seperti Kifayatul Awam menjadi metode penting dalam membentuk pemahaman agama yang mendalam. Para santri tidak hanya mempelajari aspek ibadah, tetapi juga memahami dasar keyakinan yang menjadi pondasi seluruh amal kehidupan.
Dengan mempelajari kitab ini, santri diharapkan mampu memahami sifat kesempurnaan Allah serta meningkatkan kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Selain pembahasan sifat-sifat Wajib bagi Allah Ta’ala, sifat- sifat yang mustahil bagi allah swt, sifat yang harus pada allah swt, serta sifat yang harus pada rasul.
Dalam kajian ilmu tauhid, sifat wajib bagi Allah adalah sifat-sifat kesempurnaan yang pasti ada pada Allah Ta’ala. Allah memiliki sifat yang sempurna dan tidak memiliki kekurangan sedikitpun.
Pemahaman terhadap sifat-sifat Allah menjadi bagian penting karena seorang muslim harus mengenal Tuhannya dengan keyakinan yang benar.
Dalam pengajian tersebut, Tgk Rasyidin, M. Pd. menjelaskan materi mengenai sifat wajib bagi Allah Ta’ala yang terdapat dalam pembahasan Kitab Kifayatul Awam halaman 48.
Beliau menjelaskan bahwa memahami sifat Allah bukan hanya sebatas hafalan, tetapi harus mampu memberikan pengaruh terhadap kehidupan seorang hamba.
Hubungan pemahaman Tauhid dengan Akhlak seorang Muslim menurut penjelasan dalam kajian, ilmu tauhid memiliki hubungan erat dengan pembentukan akhlak. Ketika seseorang memahami kebesaran dan kesempurnaan Allah, maka akan tumbuh kesadaran untuk selalu menjaga perilaku.
Pemahaman tauhid dapat melahirkan sikap, taat kepada allah, rendah hati, ikhlas dalam beramal, menjauhi perbuatan buruk, dan selalu merasa diawasi oleh allah. Karena itu, kajian sifat-sifat Allah menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi muslim yang memiliki iman dan akhlak mulia.
Pengajian rutin sebagai media pembinaan santri dan Mahasiswa membentuk generasi Islami yang berilmu. Kemudian Pesantren Mahasiswa Jami’ah Kebangsaan UNIKI Bireuen tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap pembinaan spiritual mahasiswa.
Melalui pengajian rutin, para santri mendapatkan kesempatan untuk memperdalam ilmu agama dari para ustaz dan pengajar yang berkompeten.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk, memperkuat pemahaman islam, meningkatkan kecintaan terhadap ilmu agama, membentuk karakter islami, membiasakan budaya belajar kitab, dan menanamkan nilai akhlakul karimah.
Menjaga tradisi keilmuan pesantren salah satu ciri khas pesantren adalah tradisi pembelajaran kitab-kitab klasik karya ulama terdahulu. Tradisi ini terus dijaga agar generasi muda tidak kehilangan hubungan dengan khazanah keilmuan Islam.
Kajian Kitab Kifayatul Awam menjadi salah satu bentuk pelestarian tradisi intelektual Islam yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Dengan adanya pengajian rutin ini, bahwa Pesantren Mahasiswa Jami’ah Kebangsaan terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang menggabungkan ilmu modern dengan nilai-nilai keislaman.
Pesantren Mahasiswa Jami’ah Kebangsaan UNIKI Bireuen memiliki komitmen untuk melahirkan generasi yang unggul, profesional, berjiwa entrepreneur, serta memiliki karakter Islami. Selain itu pembinaan melalui pengajian rutin menjadi salah satu strategi dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Selain pengajian tauhid, pengajian fiqih, pengajian tasawuf, pesantren juga mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan seperti, kajian keislaman, pendidikan kajian kitab alat ushul, nahwu, Sharaf, tafsir quran dan lain-lain, serta pembinaan ibadah, kegiatan sosial, dan pengembangan karakter mahasiswa.

Semua program tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak hanya sukses dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.
Harapan dari pengajian rutin kajian kitab Kifayatul Awam,bahwa pelaksanaan pengajian rutin bersama Tgk Rasyidin, M. Pd diharapkan terus memberikan manfaat besar bagi perkembangan spiritual mahasiswa dan santri.
Melalui kajian sifat wajib Allah Ta’ala, peserta diharapkan mampu, memahami dasar ilmu tauhid, memperkuat keyakinan kepada allah, mengamalkan nilai agama dalam kehidupan, menjadi generasi yang berakhlak mulia, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kesimpulan bahwa pengajian rutin Pesantren Mahasiswa Jami’ah Kebangsaan UNIKI Bireuen bersama Tgk Rasyidin, M. Pd merupakan kegiatan penting dalam memperkuat pendidikan Islam dan pembinaan karakter mahasiswa.
Melalui kajian Kitab Kifayatul Awam halaman 48, para santri mendapatkan pemahaman mendalam tentang sifat wajib bagi Allah Ta’ala sebagai bagian dari memperkuat ke imanan yang sesuai dengan aqidah ahli sunnati waljamaah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pesantren Mahasiswa Jami’ah Kebangsaan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam serta mencetak generasi muda yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, iman, dan akhlak.

